Monday 12 September 2011

My Monday Note -- Hello, knock knock, is there any brain inside??

Suami saya, sejak kami baru mulai pacaran sampai sekarang sudah jadi pasangan paruh baya, selalu punya beberapa teman cewek yang rada istimewa. Oh ya, masalah pasangan paruh baya, kami sadar bahwa kami sudah berubah menjadi sepasang orang tua yang nyinyir adalah di saat sedang menyetir mobil ke kota, dan kemudian melihat seorang anak muda dengan celana jins melorot sampai kelihatan separuh bokongnya yang ditutupi boxer warna- warni, maka saya dan Okhi langsung mengomentari bersahut- sahutan "Waduh keren banget nih si abege," "Gue suka gaya loe,"  "Cekci banget pantatnya dekkkk." Beberapa saat kemudian saya berkata ke Okhi yang mengangguk mengiyakan "Kita bener- bener udah tua dan nyinyir ya..."

Balik lagi ke teman ceweknya Okhi, biasanya dalam satu masa dia akan punya satu atau dua temen cewek yang jadi favoritnya. Sering chatting atau kadang keluar bareng. Apa saya cemburu dan takut dia berselingkuh? Saya berusaha untuk cemburu, karena memang itu yang sewajarnya saya lakukan bukan? Tapi entah kenapa kok ya saya nggak bisa cemburu tuh.  Masalahnya, saya yakin enggak ada cewek waras yang bersedia berselingkuh dengan Okhi.

Nah, setelah saya perhati- perhatikan, kategori teman cewek favoritnya Okhi itu bentuk fisiknya sangat berbeda- beda. Ada yang semontok mentok, ada yang ceking dengan dada C cup, ada yang sederhana dandanannya ala ibu- ibu dharma wanita, dan ada yang trendi dengan stileto hanya untuk datang ke tempat kursus bahasa Inggris. Tapi, yang selalu sama adalah tipenya. Biasanya, Okhi paling senang dengan cewek yang cukup pintar, nyambung kalau diajak ngomong, dan nyantai orangnya. Mungkin untuk pelampiasan, karena dia mendapatkan istri yang rada bloon, kolot dan alot. Plus nggak bisa diajak berlogika.

Nah, sampai suatu ketika Okhi sering bercerita mengenai seorang cewek di salah satu tempat kursusnya. Sebagai catatan, Okhi ikut berbagai les dan kursus tidak bermutu hanya demi meluaskan pergaulan. Kalau saja peserta kursus merenda itu bukan hanya embah- embah peyot, mungkin bakal dijabanin juga tuh tempat kursus. Sebut saja nama si cewek ini Anu (yaelah, bikin nama samaran kok ya Anu, gak kreatif banget). Ganti deh, Ana (lumayan lah). Awalnya sih seperti biasa, Okhi yang memang genit suka menggoda- goda, membuat si cewek tersipu- sipu. Baru satu kalimat ini saja anda pasti sadar cewek ini berbeda dari tipe cewek lainnya. Tersipu- sipu digoda Okhi? Aneh sekali. Lalu Okhi juga pernah mengajaknya makan siang bareng ke Taman Mini, dan dengan tersipu- sipu si cewek berkata "Istri mas nggak marah ta?"

Gara- gara cewek ini, saya sampai dengan gusar berkata ke Okhi "Jangan menggoda cewek yang terlalu naif  dan nggak bisa nyadar kalau kamu tuh kudanil genit." 

Saat Okhi menggoda cewek semacam Putri saya yang cantik, dan Putri akan memberikan tanggapan hampa "Apa aja Khi. Dasar sableng." maka saya akan membiarkan saja. Tapi menggoda seorang cewek yang bertanya istri mas nggak marah ta? Krrrrrrr. Okhi tentu saja sudah jauh- jauh hari memamerkan rencananya itu ke saya dengan sok berbunga- bunga, dan saya menanggapi dengan dingin "Makan ke Taman Mini terus naik perahu angsa dayung? That's your best plan? Ini mau jalan sama anak umur lima tahun ya?" Makanya saya memperingatkan Okhi, kalau cewek itu tersipu- sipu saat digoda, jangan diterusin. Kasihan anak orang dikerjain. 

Cerita punya cerita, sampai sekarang Okhi sih masih berhubungan dengan si Ana ini. Ana sudah tidak pernah tersipu- sipu lagi digoda Okhi, karena Okhi juga sudah kehilangan minat menggodanya. Dan Ana membuktikan, she is one of a kind. Suatu malam, Okhi pulang dari kantor dan mengeluh "Kenapa ada cewek sebodoh itu yaaaaaa...... Aku kayak ngobrol sama anak SD." Ternyata dia habis chatting dengan Ana, dan berakhir dengan cape deeeeh.   

Jadi, si Ana ini mungkin umurnya sekitar tiga tahun dibawah saya. Untuk ukuran Jakarta, dia pastinya lebih cantik dari saya. Kulit putih, hidung mancung, rambut panjang, tubuh montok. Tujuan utama dan satu- satunya dalam hidupnya: menemukan suami. Apa ada yang salah dengan tujuan itu? Enggaklah. Kalau tujuannya menemukan istri nah baru aneh. Lesbi ya mbak? Dan apakah susah si Ana ini untuk dapat suami? Harusnya sih enggak. Wong dia lumayan cantik kok bentuknya. Tapi, suami macam apa yang dicari si Ana? Ini kriterianya. Bule. Setia. Pengertian. Kaya. Tampan. Dan Baik Hati. Oya satu lagi, nggak boleh minta seks sebelum kawin. Kata Okhi "Lha mana ada orang kayak gitu?" Saya bilang ke Okhi "Jawab aja gini, kalaupun ada cowok kayak gitu, ya nggak mungkin mau sama kamu.

Bagi saya, ada dua cara mencari suami. Yang pertama ya cara saya. Enggak pasang kriteria apapun, dan kemudian membiarkan saya jatuh cinta pada seorang pria yang juga mencintai saya. Kemudian pacaran. Kemudian selama masa pacaran dipertimbangkan apakah si pacar ini cocok untuk dijadikan suami. Kalau misalnya si Okhi ternyata tukang palak di terminal atau tidak punya ambisi sama sekali dalam karirnya, ya tinggal bilang putus dan cari lagi calon suami lain yang sesuai hati saya.

Cara yang kedua, cari suami dengan menetapkan kriteria terlebih dulu. Ganteng misalnya, atau kaya, atau bule, atau apalah. Itupun menurut saya sah- sah saja. Emang kenapa kalau ada cewek yang pingin punya suami kaya? Wajar dong. Itu namanya cewek realistis. Kalau kriterianya hanya mau dengan cowok miskin yang sampai harus menunggu acara bakti sosial nikah massal untuk bisa ijab kabul, nah itu baru ajaib. Kalau ada cewek baik yang mencari suami yang religius, kenapa enggak boleh ada cewek gaul yang ingin cari suami yang doyan ke pub? Sah- sah saja sih menurut saya.

Hanya, bedanya dengan cara pertama, cara kedua ini berarti cewek itu harus punya strategi dong. Jadinya setengah urusan cinta setengah urusan bisnis. Cari cowok ganteng? Coba ngaca dulu, perhatikan wajah kita dapat nilai berapa, dan kira- kira target yang masuk akal itu yang secakep Brad Pitt atau serupa Arm Pit. Bahkan kalau misalnya wajah kita hanya sedikit lebih mulus dari serabi solo tapi kita ngebet untuk dapat Mas Pitt, ya gimana dong strateginya? Ke gym kek biar bokongnya lebih seksi dari J.Lo, atau ke dukun untuk masang susuk berlian. Langkah berikutnya, tentu saja memikirkan dimana tempat ideal untuk bisa ketemu si cowok cakep, misal di agency modelling atau di Celebrity Fitness. Lalu, pikirkan taktik yang harus dilakukan untuk menarik minatnya.

Rada rumit ya? Itu baru satu kriteria. Kalau cari cowok yang kaya, ya lain lagi strateginya (sori saya juga gak kebayang bagaimana caranya menggaet si kaya. Kalau saya tahu, gak bakal saya kawin sama Okhi).    

Nah sekarang kembali ke kriterianya si Ana. Ganteng. Okelah, dia juga lumayan cakep. Kaya. Ya mungkin ketemu kalau mencari di daftar duda yang baru ditinggal mati istrinya. Kalau seorang cowok masih single dan ganteng, kemungkinan dia juga berkocek tebal ya tipis lah. Kecuali gigolo kali ya. Atau anaknya Bakrie. Tapi itu kaya tapi enggak cakep. Walah, mulai rumit. Bule. Nah ini kriteria yang menarik. Saya selalu bertanya- tanya kenapa banyak cewek Indonesia senang punya suami bule tapi tidak banyak cowok Indonesia yang pingin punya istri bule. Tapi okelah, emangnya gak boleh pingin punya suami putih tinggi dengan bulu di dada, punggung, kaki, tangan, bokong (ini ngomongin bule apa simpanse sih?). Dapat bule itu ada untungnya lho, banyak bule disini yang jauh lebih fasih dalam mengganti popok anaknya yang basah daripada si Okhi, dan para bapak bule juga nggak canggung untuk menemani anaknya menari- nari di kelas bermain. Dan yang jelas, dapat bule berarti nggak harus tinggal satu atap sama mertua kan?

Nah, berarti harus dipikir dong gimana caranya ketemu bule. Ya kalau kayak saya tinggal di Australia, lebih gampanglah dapat bule, tetangga sebelah rumah yang sudah saya incar untuk jadi selingkuhan saya juga bule. Tapi kalau kamu tinggal di Jakarta, kerja di perusahaan lokal yang kagak ada rekan bulenya? Selamat berusaha deh. Bisa sih liburan ke Bali, cari bule di pinggir Kuta atau Seminyak. Seksi, cakep, tapi ya gitu, tongpes semua. Saya kan sudah cerita kebanyakan cowok ganteng Aussie yang ke Bali tu paling tukang nambal atap bocor di sini. Mau cari yang kaya? Coba ke Fiji, tempat orang kaya Aussie pada liburan. Duit untuk beli tiket kesana dan untuk menginap di resor mewahnya? Ya namanya cinta, butuh perjuangan dong. Jual rumah kek, atau jual mobil.

Kriteria berikutnya setia. Oh jangan dipikir orang bule tu nggak setia. Tetangga sebelah saya sudah menikah hampir 30 tahun. Tapi memang disini juga ada situs khusus untuk orang yang mau selingkuh, dengan moto "Life's short, have affairs." Kesimpulannya, gak beda cowok Indo atau bule. Kebanyakan kucing garong, tapi ada juga sih yang kucing siam.  

Yang terakhir no sex before married. Bagus itu kriterianya. Tapi coba carinya di pesantren saja, atau sekalian di seminari calon pastor. Itu malah aman, seumur hidup mereka nggak mau kok ngeseks. Nyari bule yang kaya yang cakep yang setia dan nggak minta seks duluan, kalau ada satu juga nggak bakal saya kasih ke dia. Mending saya tuker aja sama Okhi yang nggak kaya, nggak seksi, nggak bule, tapi mesum.  

Tapi okelah kalau memang Ana menargetkan impian besar itu. Wong saya saja suatu saat ingin dapat nobel dalam bidang fisika. Nah pertanyaannya, apa yang sudah Ana lakukan untuk mewujudkannya? Berkenalan dengan berbagai pria bule lewat internet. Dan langsung terkiwir- kiwir dengan berbagai gemerlap harta yang dipamerkan.

Ana  : Aku kenalan sama bule. Dia yang punya toko Mercedes TERBESAR di Melbourne. Mas Okhi tinggalnya di mana?
Okhi : Mercedes mana? Tanyain nama tokonya. Aku tinggal di Glen Waverley, 30 menit dari Melbourne.
Ana  : Katanya nama tokonya MERCEDES BENZ. Itu besar nggak mas? Jadi tempat tinggal mas jauh ya dari Melbourne?
Okhi  : .......................................
Okhi  : Iya, MERCEDES di daerah mana neng? Coba suruh kirim fotonya. Toko mercedez itu segambreng disini. 
Ana   : mengirimkan foto showroom mercedez tanpa nama toko & kabur (hasil mencomot dari google image, my guess)
Okhi  : boleh nggak kubilang kamu kok goblok sih?(Okhi bertanya ke saya)
Saya  : Jangan, it's kinda funny. Continue please..... (saya mengambil popcorn dan mulai mengunyah)
Ana   : Melbourne itu kabupaten atau kecamatan Mas?
Saya : meringis kesakitan karena jatuh dari kursi gara- gara tertawa terlalu keras

Sebelumnya, Ana, yang sangat bernafsu untuk bisa pergi ke luar negeri bercerita ke Okhi bahwa dia berkenalan dengan seorang pria baik hati dari Perancis yang mengundang si Ana ke tempatnya dan bersedia menanggung semua biaya liburan si Ana ke Perancis. Okhi yang menjadi sangat khawatir, benar- benar berusaha mengingatkan. Saat seorang pria tak dikenal memberikan penawaran sebegitu generousnya, pasti ada udang dibalik batu. Either mau cari selingkuhan, atau mau menculik dan dijual di pasar budak, atau mau dikuliti dan disiram air keras. Menurut si Ana dengan yakin, "Dia itu baik kok Mas. Gak punya maksud apapun..."  Hasil penilaian mendalam yang dihasilkan dari selembar foto dan keterangan diri yang dikirim via email.

 Bagi saya, kalau memang Ana pingin liburan keluar negeri dan dia tidak keberatan melakukan apapun termasuk menjadi selingkuhan untuk menggapai mimpinya, that's fine. Tapi lagi- lagi kriteria no sex before married nya itu yang bikin kendala. Lha masak ada cowok kurang kerjaan ngasih duit tiket tanpa ada maunya? 

Menurut saya, ini bahayanya seorang cewek (dan cowok) yang punya impian untuk hidup enak, kaya, dan sejahtera, tapi tanpa kemampuan untuk mewujudkannya dengan kerja kerasnya sendiri. Plus otak yang dodol juga tidak banyak membantu. Kalau kamu mau kaya, pilihannya jadilah pintar dan bekerja keras ala Paman Gober, atau jadilah seksi dengan stilleto merah menyala dan beredar di lingkungan the have. Saya kemarin baru saja membaca artikel tentang seorang cewek yang memang memilih cara hidup menjadi pacar pria- pria super kaya. I may not agree with her way of living, tapi saya terpaksa mengakui kehebatannya. Dia bisa menggaet para bilioner dengan taktik jitunya (semua dandanan, cara bicara, pub yang dia datangi sampai sekedar pilihan minumannya, semua adalah bagian dari taktik yang dipikirkan dengan matang demi menggaet pacar). Jadi, mencari pacar kaya menjadi profesinya, dan dia serius dalam melakoninya.

Kalau seseorang hanya pingin dapat suami kaya tapi dianya tidak cerdas atau tidak luar biasa cantik, ya bakalan hanya berakhir dengan menjadi calon korban penipuan potensial. Atau paling enggak menjadi object of ridicule yang menghangatkan malam hari yang beku di rumah saya, memberi kesempatan saya untuk terbahak saat mendengar ceritanya. 

Terakhirnya, saat kami bersiap untuk tidur saya berkata ke Okhi "Kok aku merasa Ana itu cewek yang hanya mikirin dirinya sendiri yah. Coba, mana pernah sih dia balik bertanya sekedar menanyakan kabarmu misalnya."

Okhi terdiam dan berkata "Iya ya kok aku baru sadar. Dia itu sama sekali lho gak pernah bertanya apa kabarku kecuali nanya aku tinggal di negara mana."

Saya berkata "Ya soalnya kamu enggak kaya, enggak seksi, enggak setia, enggak bule dan mukanya mesum. Ngapain ditanyain?" Dengan masam Okhi membalikkan badan kembali ngorok.  

Bahkan, meskipun Okhi itu penjahat, tapi ada saatnya dia benar- benar iba juga pada Ana. Dan berusaha menasehati. 

Okhi : Bule itu nggak ada yang kaya raya seperti pemikiranmu lho, kecuali yang konglomerat kayak Donald Trump gitu
Ana  : Ih, aku sih nggak mau sama Donald Trump, tua begitu
Okhi : #%^&  !#@!# Maksudku enggak ada bule disini yang punya sopir, pembantu. Kecuali mungkin saat dia kerja di Indonesia baru dia terlihat kaya.
Ana  : Ih, emangnya gue nggak tahu apa? Ya tahulah. Gue kan gaul sama orang bule juga! Emang gue udik?
Okhi : @#%$^%&*(&
Saya : LOL LOL LOL (tapi sekali ini saya sudah berpegangan jadi nggak gedubrakan terjatuh)

Ana... Ana... you are the perfect example that every mother will point out and tell their daughters "Jangan jadi kayak gitu ya nak. Makanya sekolah yang pintar....."

Pelajaran : kalau anda sebodoh Ana dan mengirimkan chatting setolol Ana ke Okhi, harap disadari bahwa chatting anda akan goes right to my eyes dan menjadi sarana saya untuk bisa tertawa terbahak- bahak. Tapi again, kalau anda sebodoh itu ya anda nggak akan sadar juga kan jadi bahan tertawaan.

Baru sekali ini saya pernah menertawakan orang sebegini kerasnya. Sampai saya merasa bersalah juga sebetulnya. Saya memulai menulis note ini dengan semangat jahat untuk menertawakan seseorang yang dumb at the lowest point. Tapi di paragraf terakhir, saya malahan jadi benar- benar iba pada cewek satu ini. Tanpa kemauan untuk bekerja keras demi masa depannya sendiri, tanpa kemampuan untuk memikirkan strategi bagi masa depannya, tanpa kemampuan untuk berpikir bijaksana, dengan impian tinggal di istana dengan kolam renang di halaman belakang dan kereta kuda untuk mengantarnya berbelanja dengan kartu kredit unlimited milik suaminya....

She is just a poor lost soul. Baby girl, I pity you....

Omong- omong soal kekayaan, saya pernah tercengang saat dulu, di Jakarta, seorang teman cewek sekantor saya yang jomblo menolak saat ia hendak dikenalkan ke seorang pria (dicomblangin ceritanya). Pria yang hendak dikenalkan ke teman saya itu adalah seorang pegawai negeri biasa, baik hatinya tapi ya enggak kaya raya (maklum, namanya bukan Gayus). Alasan teman saya menolak dikenalkan ke pria biasa ini adalah "Aku nggak pingin dapat pria yang nggak mapan. Aku capek hidup miskin Meg.....

Jangan menghakimi bahwa teman saya itu cewek mata duitan. Dia anak tertua dari 6 bersaudara, dan sejak lulus SMU dia bekerja keras demi menghidupi adik- adiknya. Ayah ibunya orang yang tidak mampu. Seumur hidup, dia adalah tulang punggung ekonomi bagi keluarganya. Nah, sekeras- kerasnya batu, ya akhirnya tergerus juga kalau ditetesin air terus- menerus (agak nggak cocok sih peribahasanya, tapi saya sudah terlanjur bangga akan kemampuan sastra saya).

Kata Oprah Winfrey, hidup berkecukupan itu baik, karena kita jadinya tidak hanya memikirkan uang setiap saat, dan bisa memfokuskan diri pada hal lain yang lebih penting dalam kehidupan. Jadi ya hidup berkecukupan itu harus jadi cita- cita semua orang. Tapi tentu saja jangan terjerembab ke level mimpi di siang bolong ala si Ana tersayang, yang berharap ada cowok kaya yang tiba- tiba jatuh dari langit dan meminangnya. Mau kaya ya berarti harus siap kerja keras dan hidup hemat.

Sebelum tidur kemarin malam, saya sempat browsing mengenai Tatts. Tatts ini program undian di Australia, dimana saya beli tiketnya dan bila menang undian bakal dapat 4 juta dolar. Semacam SDSB atau togel kali ya. Komentar si Okhi "Ngapain beli gituan, peluang kamu menang undian hanya satu dibanding sejuta."

Dengan sebal saya memandang suami saya dan menjawab ketus "Makanya aku mau beli lotere ini, karena masih ada peluang jadi kaya meskipun kecil. Lha kalau hanya mengharapkan gajimu, ya mustahil kita bakal kaya sampai kiamat."

No comments:

Post a Comment