Monday 30 April 2012

My Monday Note -- FACE it, Don't FACEBOOK it

Memang sudah nggak bisa dipertahankan lagi... Pernikahan ini sudah di ujung tanduk"

Jangan dikira kalimat diatas adalah curahan hati di kolom artikel ratapan Oh Mama Oh Papa yang dimuat di majalah wanita, yang penulisnya sudah disamarkan namanya. Enggak, itu status seorang teman di akun FB pribadinya.

Walau rasanya sudah bukan hal aneh bagi saya untuk membaca status- status berkeluh kesah atau marah- marah di wall FB teman- teman saya, tetapi status yang ini jelas yang paling 'juara'. Gimana nggak juara kalau rencana perceraian ditulis secara dramatis dan blak- blakan begitu? Kalah deh Dewi Persik :D. 

Monday 23 April 2012

My Monday Note -- Tauladan Bagi Si Suri

Sebetulnya jelas saya bukanlah seorang yang religius. Mungkin I will say saya itu humanis nan manis. Dan saya tidak pernah terlalu tertarik dengan segala hal yang berbau religi. Tetapi lucunya, saya sangat menggemari mendengarkan Aa Gym. 
Sama dengan ribuan ibu-ibu yang menyemut duduk dengan tekun di depan Aa Gym, saya menyukainya karena gaya ceramahnya yang membumi, santai dan santun. Dengan Aa Gym, saya enggak merasa sedang dijejali ayat-ayat surgawi yang alot untuk dikunyah, tapi sesuatu yang ringan, manis tapi mengena di hati. Mendengar dan melihatnya, saya merasa perdamaian dunia bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai. Lihat saja, ia memanggil dirinya Aa, suatu panggilan yang sangat bersahaja kan?
Dan satu lagi yang membuat banyak hati terkiwir-kiwir, pastinya saat ia tampil bersama istrinya Teh Ninih. Bahkan saat ia sekedar menceritakan sesuatu yang sepele terkait dengan istri dan rumah tangganya, saya ikut tersenyum karena seolah ikut merasakan cinta membuncah yang ada di dadanya, teruntuk istri tercintanya. Hebatnya, cinta itu terasa begitu nyata bahkan saat ia tidak mengucapkan sepatahpun kata cinta pada sang istri.
Sampai suatu hari, datang berita mengejutkan bahwa si Dai kondang nan Dermawan (emang Paman Gober dermawan) memutuskan untuk beristri lagi. Dengan perempuan yang lebih kinyis-kinyis dari istrinya yang sudah memberi 7 anak. Jeder, efek berita ini sangat dahsyat. Saya ingat beberapa hari kemudian, seorang teman sekantor saya bercerita bahwa pada saat berita mengejutkan itu tersiar, teman saya itu sedang berwisata rohani ke  padepokannya Aa Gym. Saat itu, di padepokan banyak juga rombongan ibu-ibu dari berbagai penjuru Indonesia yang sedang berwisata rohani dan berdoa disana. "Tahu nggak," ceritanya ke kami di kantor, "begitu dengar kabar Aa Gym kawin lagi, masak semua Ibu-Ibu itu langsung melipat sajadahnya terus langsung cabut meninggalkan tempatnya Aa Gym! Ada yang nangis ada yang ngomel, banyak yang menggumam Astaghfirulah!"
Sayapun, yang bukan termasuk pengikutnya si Aa, mendesah kecewa. Yah, segitu doang ternyata cinta agungnya si Aa ke istrinya.  Dan sejalan dengan waktu, kabarnya padepokan si Aa menjadi sepi, dan pengikutnya yang kebanyakan kaum ibu menyusut.

Monday 16 April 2012

My Monday Note -- Stay Close To Me, Forever!

Kemarin, saya baru saja chating (apa sih bahasa Indonesianya Chatting?) dengan seorang sahabat baik saya yang sekarang tinggal nun jauh di ujung dunia. Sahabat saya itu adalah seorang warrior, sejak kuliah sudah tinggal di kota yang jauh dari ortu, lalu kemudian bekerja di kapal keliling dunia, lalu sekul lagi di Denmark, lalu sekarang kerja di Norway. Benar- benar cewek berhati Xena the warrior princess.


Percakapan kami kemudian berlanjut ke adik ceweknya si Princess Xena. Adik cewek yang cantik, yang baik, yang manis, yang ingin ikut kakaknya sekolah di Norway. Duit ada, kakaknya siap menampung, si adik bersemangat pergi. Masalah muncul dalam diri si emak. Emak yang sangat protektif, emak yang sudah pensiun, emak yang sudah di tinggal si bapak ke surga. Emak yang sudah beranjak tua dan kesepian. Dan sabda si emak adalah "Kamu jangan pergi sekolah ke tempat jauh gitu. Nanti Ibu sama siapa disini? Kamu nggak kasihan sama Ibu?"

Monday 9 April 2012

My Monday Note -- Ngapain Nunggu Tua? Nunggu Kaya?

Sebulan yang lalu, mama mertua saya berwisata rohani ke daerah Timur Tengah. Beliau berjalan- jalan ke Petra yang mengagumkan, ke Mesir yang rungsep, ke Israel yang ijo royo- royo dan ke Palestina yang rada memelas. Mama kemudian menceritakan pengalamannya ke Okhi, dan terakhirnya Mama berpesan "Kamu harus kesana selagi muda. Selagi masih kuat. Jangan kayak mama gini, udah tua gak kuat mau kemana- mana."   

Mama berpesan begitu karena dengan kondisi fisiknya, ia jadinya tidak bisa ikut mendaki ke Gunung Sinai dengan naik unta, tidak bisa menikmati dengan leluasa perjalanan 4 kilometer menyusuri Petra, dan berbagai kegiatan yang menuntut kekuatan fisik. Beliau mampu membayar biaya tur kesana, tapi dengkulnya tidak mampu menopang tubuhnya. Mendengar nasehat mama, tentu saja respon spontan saya dan Okhi adalah "Lha duitnya ngerampok darimana untuk jalan- jalan ke sono?" Hehehehe.