Di suatu sore menjelang jam pulang nguli, saya mengetuk pintu kantor bu wakil direktur untuk meminta ijin pulang lebih cepat di hari Jumat yang akan datang. "There is a mother's day afternoon tea in my daughter's kinder," kata saya menjelaskan.
Keluar dari kantor bu bos yang tentu saja memberi ijin, saya menggeleng- gelengkan kepala sambil bergumam kearah teman saya "Oh gee, suddenly I feel so old. Asking permission for afternoon tea with other mummies."
Pada hari Jumat pukul dua siang, saya melangkah keluar dari rumah sakit dengan cepat. Di dalam mobil, saat lampu lalu lintas berubah merah, saya membuka kotak makan siang dan menyendokkan salad ke dalam mulut. Makan siang harus dilakukan sembari menyetir, dan mungkin itu sebabnya menu makan siang orang Australia adalah salad dan burger, bukannya soto dan rawon xd.
![]() |
| Tidak lebih enak dari rawon tapi jauh lebih aman xd |
Setelah mengemudi selama dua puluh menit, mobil saya memasuki tempat parkir kindernya si Sera. Biasanya, tempat parkir tersebut kosong melompong di siang hari, tetapi hari itu hanya tinggal tersisa dua spot kosong. Dan mobil- mobil yang datang setelah saya, mereka harus memarkir mobilnya di seberang jalan. Meraih dua kotak kue yang saya beli di supermarket, saya berjalan memasuki gedung kinder, dan memasukkan kode rahasia empat digit agar bisa membuka pintu gerbang depan (kode rahasia = kode pos daerah si kinder berada. Nggak keren kok memang). Memasuki area bermain para murid kinder, seorang anak perempuan yang sebaya dengan Serafim melihat saya dan berteriak "Sera, your mum is here!"
Sera yang sedang bermain bak pasir segera berlari menyambut emaknya sambil berseru "Mummy, mummy! My mummy is here!"
Dan kemudian saya dikerubuti beberapa anak, yang semuanya tampak tertarik pada kue cokelat yang saya bawa. "What is it, what is it?" tanya mereka.
Tak berapa lama, Liz si guru kinder menyuruh semua anak berbaris untuk masuk ke kelas. Sebelum acara minum teh, ternyata ada pertunjukan biota laut. Si Seaweed Sam, seorang pria dengan rambut gimbal yang menurut pengakuannya sendiri tidak pernah dikeramas selama lima tahun (saya jadi ragu mengenai standar kebersihan sekolahnya Sera, kok ya mengundang bintang tamu yang kemungkinana bersar berkutu) duduk di depan anak- anak dan mulai beraksi menunjukkan aneka pernak pernik makhluk laut yang dibawanya. Tulang dada ikan paus, ikan buntel, rahang hiu dan beraneka makhluk aneh- aneh lainnya. Para bocah kinder duduk di lantai sementara para oang tua dan kerabat duduk di bangku melingkar di belakang. Saya duduk bersebelahan dengan para emak yang lain dan para simbah yang salah satunya kebingungan mencari kacamatanya yang hilang.
Saya menikmati pertunjukan si rumput laut Sam, melihatnya berinteraksi dengan anak- anak. Dan saya lebih- lebih menikmati melihat si Sera duduk di baris terdepan, heboh mengacungkan tangan meminta kesempatan bicara, walau setelah diberi kesempatan dia hanya berkata "There is fish in the beach." Nyaris nggak nyambung xd.
![]() |
| Merubung si Seaweed Sam |
![]() |
| Serius dengan ikan buntelnya |
Sesudahnya, diadakan acara minum teh bersama, walau kok ya tidak ada setetespun teh yang dihidangkan. Kata orang Jawa, ngirit ya ngirit neng ojo ngono.
Pukul empat sore, saya menggandeng Sera pulang. Hatinya riang perutnya kenyang. Di tangannya tergenggam kotak perhiasan yang seharusnya menjadi kado untuk emaknya. Di lehernya melingkar kalung yang terbuat dari sedotan, yang seharusnya juga menjadi hadiah untuk emaknya. Keduanya sudah diklaim Sera sebagai miliknya.
![]() |
| Kalung yang seharusnya untuk emaknya |
Jadi bagaimana rasanya menjadi seorang emak dari anak balita berumur empat tahun yang setiap hari selalu mengukur panjang kakinya ini (Sera adalah penganut teori bahwa kedewasaan seseorang ditentukan seberapa panjang betis orang tersebut)? Oh well, ternyata satu hal masih belum berubah sedari dulu, bahwa Sera mencintai emaknya lebih dari siapapun di dunia. Sejak Sera masih bayi, saya sudah menyadari bahwa baginya, emaknya adalah makhluk terpenting di dunia. Sama seperti semua anak balita kecil lainnya, seluruh dunia boleh binasa selama si emak dan pentilnya masih tersedia di sampingnya. Dan ternyata, hal tersebut masih belum berubah di usianya yang 4 tahun going to 40. Belum ada cowok alay atau bintang film Holiwut yang mengisi hatinya dan mengalahkan emaknya. Ha!! #puas.
Tetapi tentu saja ternyata ada hal yang mulai berubah. Sementara 2 years old Sera mencintai emaknya dengan segenap hatinya dan hanya ingin selalu berada di samping emaknya, 4 years old Sera (yang masih sepenuh hati mencintai Emaknya) tidak lagi puas menghabiskan seluruh waktunya hanya bersama saya. Mulai ada sosok- sosok lain yang mengisi hidupnya. Little David, little Mikayla, big Mikaela, Brown Mala, Liz the teacher, Dylan dan setumpuk makhluk- makhluk lain yang mulai sering disebut- sebut bibir mungilnya. Sera berubah menjadi makhluk sosial yang craving untuk memiliki best friends. A lot of friends.
Si kecil Sera memang masih membutuhkan emaknya untuk memeluknya bila terbangun sembari menangis karena bermimpi buruk, tetapi bermain seluncuran ternyata lebih asyik bila dilakukan bersama David. Walau terkadang saya mengeluh kenapa si genduk ini cepat sekali besar, toh saya lega juga bahwa Sera mulai menemukan tempatnya diantara teman sebayanya, di dunia diluar emak bapaknya.
Acara afternoon tea di sore itu menjadi acara pertama di sekolahannya Sera yang saya hadiri. Dan ternyata acara tersebut membuat saya menyadari satu hal yang baru. Yang membuat saya berjanji bahwa no matter what, selama si Serafim masih kecil, tak peduli apa acara di sekolah atau perkumpulannya, I WILL HAVE TO COME! Wajib hukumnya untuk datang bagi para emak dan atau bapak.
Mother's day afternoon tea? Datanglah Mak!
Pentas seni Taman Kanak- kanak? Datanglah Pak!
Malam pembacaan puisi dimana si anak menjadi pemegang mikrofon? Datanglah!
Pentas drama dimana si anak menjadi pemeran utama batu di sungai? Datanglah!
Bazar sekolah penggalangan dana untuk menolong anak di Zimbabwe? Datanglah!
Pemberian penghargaan balita termontok tingkat RT? Datanglah!
Pentas musik di depan selusin penonton dimana si anak bertugas menjadi pemain triangle? Datanglah
DATANGLAH, DATANGLAH, DATANGLAH!!!!
Tidak peduli seremeh apapun acara si anak, you have to come!
Seminggu sebelum acara, Serafim sudah sibuk merusuhi emaknya. Bahwa akan ada afternoon tea, akan ada hadiah untuk emaknya (It's a secret," katanya selalu sambil berbisik- bisik). Dan setiap kali saya berkata "Mama bakal datang lho ke kinder," Sera akan menari- nari gembira seperti kuda lumping kurang menyan.
Di hari dimana si afternoon tea maha penting yang mengalahkan jamuan teh di istana Buckingham itu digelar, saya tercengir- cengir. Teman- temannya si Sera (yang kebetulan orang tuanya belum datang) ikut datang merubung saat saya datang. Mereka berebut berbicara dan menarik perhatian saya. Apa yang paling dihebohkan oleh para balita ini? Laporan pandangan mata terkait kedatangan para tamu istimewa hari itu; emak, bapak, kakek, nenek, aa, teteh, om dan kucing peliharaan.
"My mum is a bit late," lapor seorang bocah laki- laki berjambul. "Oh that's fine, you can play with your friends while waiting for your mummy," komentar saya.
"Look, that's Dylan mum," seru seorang anak sambil menunjuk- nunjuk dengan penuh semangat kearah sekelompok orang. Saya tersenyum sabar, sambil diam- diam menggerutu "Siapa nanya." *iya, saya memang nenek sihir.
"Karen mum cannot come," lapor Sera yang diiyakan teman- temannya. "Poor Karen," komentar Sera sedih, seolah mengabarkan bahwa si Karen baru saja divonis tidak akan hidup lebih lama lagi.
Saat Liz memanggil para kecebong ini untuk berbaris masuk kelas,seorang anak cowok kecil berambut pirang berseru- seru keseluruh penghuni dunia "That's my grandmother and my grandfather!" Berulang- ulang dengan wajah penuh kepuasaan.
Di dalam ruang kelas, Sera langsung duduk di barisan terdepan, disamping big Mikaela yang berwajah rada galak dan seorang bocah bernama Daniel. Kebetulan David (sahabat baiknya si Sera) sedang berlibur ke Shanghai. Kalau saja si David ada, Sera bakal dikekepin, anak lain dilarang mendekat!
Selama pertunjukan, perhatian Sera sih sepenuhnya tertuju pada si Seaweed Sam, but every now and then, Sera akan menolehkan kepalanya kearah emaknya, tersenyum puas sebelum sibuk lagi menyaksikan pertunjukan. Begitu juga semua anak lain. Terus menerus menoleh dan melirik ke keluarganya.
Aih, ternyata saya tidak hanya sekedar dicinta oleh balita saya. Balita saya, sama seperti semua balita lain di ruangan itu, ternyata menganggap orang tua mereka sebagai 'harta' yang membanggakan. Hari itu Sera tidak peduli dengan baju yang dipakainya. Sore itu ia tidak sibuk memamerkan aneka kuncir anehnya. Sore itu, hartanya yang paling berharga, yang ditatapnya setiap beberapa menit, yang diumumkannya dengan bangga kepada teman- temannya, adalah emaknya. Iya, emak tuanya yang sudah berkarat ini.
Sore itu, adalah sore dimana saya menjadi sumber kebanggaan si Sera. Betapa kehadiran emaknya means a lot for her. Dibangga- banggakan dengan seringai penuh kepuasaan. Dia merasa keren dan hebat hanya karena emaknya hadir! Ah, kalau saja bos saya sudah cukup puas dengan sekedar kehadiran saya... *keluh.
Jadi, acara seremeh apapun di sekolah atau kelas musik atau kelompok bermain bayi kecil anda, PLEASE DO COME. Your presence, mean the world for them. Funny thing that among all inhabitants of the world, you and only you that matter in your children's eyes.
Sementara Sera remaja mungkin akan lebih bangga bila konser musiknya disaksikan presiden Ameriki, Sera balita tidak akan peduli dengan keberadaan pria tua asing itu. Hanya jika emaknya (atau bapaknya atau simbahnya atau om tantenya) yang menyaksikanlah, yang akan sangat berarti baginya.
Anda harus menjaga si adik di rumah? Titipkan si bayi ke tetangga.
Anda harus bekerja? Minta ijin.
Bos tidak bakal memberi ijin untuk sekedar ke acara dansa balita? Telepon di pagi hari, bilang tak bisa datang ke kantor karena terkena penyakit kelamin.
Hari ini ada rapat penting? Berkeras bahwa menurut Ki Joko Bodo hari rabu bukanlah hari yang tepat untuk rapat. Tidak sesuai dengan shio anda.
Lagi sakit? Datang sambil mengajak ambulans untuk berjaga- jaga.
Benar- benar tidak bisa datang? Mintalah kakek nenek atau om tante untuk datang menggantikan.
Karena bagi para balita kecil ini bukan emak yang cantik rupawan atau bapak bermobil BMW yang paling membanggakan (itu sih nanti kalau mereka sudah beranjak remaja dan berubah alay) melainkan sekedar bahwa si emak dan bapak datang ke acara super pentingnya.
Saya sudah sering melihat tatapan penuh cinta dari Sera, tetapi Jumat kemarin, untuk pertama kalinya saya menyaksikan tatapan penuh kebanggaan. Hey world, look at my mummy!!!
I am Sera's treasure xd.
And it won't last forever. Embrace it while you can. Sebentar lagi, dia justru akan mendengus kesal kalau emaknya tahu- tahu nongol di sekolahnya, hahahaha....



